Zee-M Webstudios <$BlogMetaData$>

<$BlogDateHeaderDate$>
<$BlogItemTitle$>
<$BlogItemBody$>
posted by <$BlogItemAuthorNickname$> at <$BlogItemDateTime$><$BlogItemControl$> | Permalink | <$BlogItemCommentCount$> comments


<$BlogItemCommentCount$> Comments:


    At <$BlogCommentDateTime$>, <$BlogCommentAuthor$>

    <$BlogCommentBody$> <$BlogCommentDeleteIcon$>
<$BlogItemCreate$> ~ back home

jangan pernah tinggalkan sahabatmu dalam kesusahan!!!!!!!!!!

Kamis, 28 Januari 2010

Harry Potter Dan Pangeran Berdarah Campuran

SINOPSIS
Harry yang di tahun keenamnya di Hogwarts diangkat jadi kapten tim Ouidditch Gryffindor heran sekali, mendadak Quidditch jadi sangat populer. Banyak sekali anak yang mendaftar ingin masuk tim, bahkan sampai ada anak-anak Huffleput dan Ravenclaw yang menyelundupkan. Tetapi seperti kata Hermione.
“Bukan Quidditch yang ngetop, tapi kau! Kau belum pernah semenarik ini, dan jujur saja, kau belum pernah sekeren ini.
“…Seluruh dunia sihir harus mengakui kau benar soal Voldemort telah kembali dan bahwa kau telah menghadapinya dua kali dalam dua tahun terakhir ini dan berhasil selamat dalam dua-duanya. Dan sekarang mereka menyebutmu ‘Sang Terpilih’ – nah, coba tidak bisakah kau melihat kenapa orang terpesona olehmu?”
Pantas saja gadis-gadis sampai nekat mau memberikan ramuan cinta kepada Harry. Namun Harry tidak memusingkan semua ini. Hanya ada satu gadis yang memenuhi pikirannya. Lagi pula dia sangat sibuk. Tahun ini Dumbledore memberinya pelajaran privat.
Mempersiapkannya menghadapi musuh bebuyutannya. Lord Voldemort. Seperti dikatakan Ron. Dumbledore pasti tak akan membuang-buang waktu memberinya pelajaran kalau dia menganggap Harry pecundang – dia pasti berpendapat Harry punya peluang!
Harry mengira cita-citanya untuk menjadi Auror telah kandas, karena nilai Ramuannya tidak mencukupi. Namun dia keliru. Tahun ini Snape tidak lagi mengajar Ramuan, dan Harry menjadi yang paling pintar dalam kelas Ramuan – berkat bantuan Pangeran Berdarah-Campuran.
Kelebihan dari novel ini adalah pemaparan latar yang sungguh luar biasa menurut saya, sangat cocok bagi orang yang mempunyai imajinasi tinggi.
Kelemahan dari novel ini seperti biasa yaitu masih banyak istilah – istilah yang suakar dipahami bagi orang yang tidak mengikuti terbitan novel dari awal.

Harry Potter and The Orde Phoenix

 
SINOPSIS
Dumbledore menurunkan tangannya dan menatap Harry melalui kacamata bulan-separonya. ‘Sudah waktunya bagiku,’ katanya, ‘untuk memberitahumu apa yang seharusnya kuberitahukan kepadamu lima tahun lalu, Harry. Duduklah. Aku akan mengungkapkan segalanya.’
Tak diragukan lagi tahun kelima Harry Potter bersekolah di Hogwarts merupakan tahun yang sangat penting. Kini ia berusia lima belas tahun, dan sebagai remaja ia mengalami gejolak masa muda yang mengubah beberapa sifat dasarnya. Ia akan menjalani ujian OWL yang menegangkan, yang menentukan akan jadi apa dirinya setelah lulus. Ia sering sekali bertengkar dengan Cho, sehingga bukan tidak mungkin hubungan mereka putus. Dan ketika ia berkelahi dengan Draco Malfoy, peranannya sebagai Seeker tim Quidditch Gryffindor terancam. Semua ini membuat Harry begitu nelangsa, sehingga untuk pertama kalinya ia ingin sekali meninggalkan Hogwarts.
Di tengah semua kegalauan itu, Lord Voldemort dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa terus-menerus menghantui Harry. Tanpa henti Pangeran Kegelapan menyiksanya melalui bekas lukanya, dan akhirnya memaksa Harry bertarung mati-matian melawan para Pelahap Maut. Dan puncaknya adalah ia harus menyaksikan kematian seseorang yang amat dicintainya yaitu orang yang ia anggap orang tuanya sendiri
Kelebihan dari novel ini adalah menyuguhkan sesuatu yang fresh seperti, sajian cerita yang pada novel sebelumnya harry selalu mendapat citra yang cukup baik. Akan tetapi,  pada novel ini harry dihadang suatu permasalahan sehingga citranya pun di Hogwarts menjadi buruk sehinnga untuk pertama kalinya ia ingin keluar dari Hogwarts. Lalu, seperti biasa Jk,Rowling memaparakan alur yang jelas sehingga menarik dan mudah diikuti.
Kekurangan dari novel ini adalah masih banyak istilah asing yang tidak dimengerti bagi pembaca yang tidak mengikuti novel ini dari awal.

 

Harry Potter and the Deathly Hallows

SINOPSIS
Kembalinya Voldemort ke tampuk kekuasaannya kembali menyebarkan teror ke seluruh dunia sihir. Tidak ada lagi keamanan, karena satu-satunya orang yang dia takuti, Dumbledore, telah mati. Kementrian Sihir berada dalam kekuasaannya, begitu juga Sekolah Sihir Hogwarts dia kuasai. Kaum penyihir keturunan muggle mendapat ancaman dan harus mati karena satu kesalahan mereka, lahir sebagai keturunan muggle.
Di tengah-tengah upayanya mencari cara mengalahkan Harry Potter, Voldemort tidak menyadari bahwa Horcrux, benda-benda tempat menyimpan jiwa-jiwanya dan membuatnya tidak bisa mati, satu demi satu musnah. Muncul kesadarannya bahwa Harry Potter sedang memburu Horcrux-Horcrux miliknya ketika dia mengetahui bahwa Harry Potter mencuri Cawan Hufflepuf yang disimpan dalam ruang penyimpanan milik Bellatrix Lestrange di Bank Gringgots. Voldemort marah ketika mengetahui bahwa Horcrux-Horcruxnya yang lain hilang dari tempat penyimpanannya. Dia menyadari bahayanya dan selalu melindungi Nagini, ular peliharaannya sekaligus Horcrux ke enam, dengan mantra-mantra sihir. Namun pada akhirnya, Nagini tumbang di tangan Neville Longbottom dengan pedang Gryffindor.
Saat berhadapan-hadapan di medan tempur, Lord Voldemort dan Harry Potter sama-sama tidak lagi punya pelindung. Voldemort sudah tidak lagi memiliki Horcrux dan menjadikannya mortal lagi. Sedangkan Harry juga tidak berada dalam perlindungan ibunya atau Dumbledore lagi yang selalu meloloskannya dari serangan Voldemort. Dengan keyakinan kuat akan menang, Voldemort meluncurkan kutukan Avada Kedavra pada Harry dengan Tongkat Sihir Tetua yang terbuat dari kayu Elder—salah satu benda kematian (Deathly Hallow)—yang memiliki kekuatan sihir berlipat ganda jika dalam genggaman penguasa sejati tongkat tersebut.
 
KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN KEBERMANFAATAN
Kelebihan dari novel ini adalah cerita novel ini berakhir dengan latar penting yang sudah terungkap. Si penulis, menamatkan kisah Potter tanpa ending terbuka, sehingga baik dirinya ataupun penulis lain tidak akan mencoba memperpanjang kisah Harry Potter.
Untuk kelemahannya saya merasa kesulitan untuk menemukannya dari novel ini, yang tentu saja  telah sukses tujuh seri menggebrak dunia berbukuan, sesulit rasa akhir ketika pembaca sampai pada pertempuran pamungkas antara Harry Potter dan Lord Voldemort serta menyelesaikan sebuah kalimat akhir, “Selama sembilas belas tahun bekas lukanya sudah tidak terasa sakit lagi. Dan semuanya berjalan lancar.”. Tapi rasa sulit berpisah dari kisah Harry Potter yang telah menyihir seluruh dunia dengan petualangan-petualangannya, akan terobati ketika pembaca mencermati, mengulang dan mengulang kembali tujuh seri Harry Potter dan menemukan bahwa kisah ini memang layak dibaca hingga titik baca penghabisan.
Friends Myspace Comments
MyNiceProfile.comFriends Myspace Comments
MyNiceProfile.comFriends Myspace Comments
MyNiceProfile.comFriends Myspace Comments
MyNiceProfile.comFriends Myspace Comments
MyNiceProfile.com
Broken Heart Myspace Comments
MyNiceProfile.comCartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.comCartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.comCartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.comCartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.comCartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Lia's Blogger

Lia's Blogger

Lia's Blogger

Lia's Blogger