Zee-M Webstudios <$BlogMetaData$>

<$BlogDateHeaderDate$>
<$BlogItemTitle$>
<$BlogItemBody$>
posted by <$BlogItemAuthorNickname$> at <$BlogItemDateTime$><$BlogItemControl$> | Permalink | <$BlogItemCommentCount$> comments


<$BlogItemCommentCount$> Comments:


    At <$BlogCommentDateTime$>, <$BlogCommentAuthor$>

    <$BlogCommentBody$> <$BlogCommentDeleteIcon$>
<$BlogItemCreate$> ~ back home

jangan pernah tinggalkan sahabatmu dalam kesusahan!!!!!!!!!!

Sabtu, 06 Februari 2010

I HATE...!
TENTANG AKU
Aku Leiea. Aku hidup penuh kebencian, amarah, dan penuh dengan tangisan. Aku sering mengalami kekerasan. Kekerasaan terjadi karena fitnah dan salah sangka. Akibat kekerasaan itu tubuhku penuh dengan bekas luka. Kadang seluruh badanku penuh bekas luka. Kadang seluruh badanku bengkak, membiru, dan lebam. Itupun yang melakukannya adalah orang tuaku sendiri.

Kadang-kadang aku menanyakannya pada bintang yang ada di malam hari, sawah yang luas sampai ujung pandang, dan pantai yang berombak seperti debar jantungku. Siapakah orang tua kandungku?. Ternyata semua berkata bahwa orangtuaku adalah orang yang telah menghajarku, memukulku, dan menendangku hingga melemparku bagai benda mati. Tapi itu semu takdir yang sulit ku percaya kalau aku lahir dari rahim seorang ibu yang tega menghajarku dan memfitnhku. Tapi apa dayaku. Inilah takdirku. Dan aku harus jalani semuanya.

Jika aku memungkir atau menjawab apa yang dikatakan ibuku, aku ditampar. Jika aku tidur di kasur ruang tengah, aku di tendang. Jika aku tak sengaja memakan makanan di kulkas , aku di cubit hingga berdarah. yah, itulah kehidupanku.

Orang berkata bahwa surga berada di telapak kaki ibu. Orang juga berkata bahwa kasih sayang ibu sepanjang masa, dan kasih sayang anak sepanjang jalan. Tapi bagiku semua itu hanyalah omong kosong belaka bagiku.

Di Sawah tempatku mencurahkan airmata yang hijau dan luas memandang, aku selalu melampiaskan semuanya. Aku teriak sekeras mungkin agar seluruhnya bisa lepas.
Sore itu warna biru langit mulai memudar. Panas terik matahari pun sudah tak sepanas di siang hari. Aku dan Dear pergi ke Warnet untuk online. Aku teringat pada sesuatu yang membuat aku bertanya sesuatu sama Dear.
“Dear, gimana kamu sama Fatih? Sudah pacaran?”
“Belum. Yang bener aja pacaran! Baikan aja barusan. Eh, Alia! Hari Minggu kamu bisa nggak anterin aku ke Sawah jalan kembar?”
“Ngapain?”
“He...he...he.... Fatih ngajak ketemuan disitu. Plis...! Bisakan anterin aku?”
“Kenapa harus ngajak aku? Kan ini acara kamu sama Fatih.”
"AKU BENCI SEMUA!!! AKU BENCI ORANGTUA!!! AKU BENCI KELUARGA!!! SEMUA YANG ADA DI DUNIOA INI SAMA AJA DAN NGGAK ADA BEDANYA!!!" Teriakku.
Setalah puas berteriak, aku aku menangis dan menangis hingga rasa pelampiasanku hilang dan aku bisa melepaskan semuanya. Dan akhirnya aku puas juga...

***
Di Rumah, lain lagi dengan di sekolah. Saat itu aku masih duduk di kelas 5 SD. Aku sering disebut "pencuri" karena setiap ada yang kehilanggan selalu aku yang dituduh.

Aku sekolah dan duduk sendirian dan tak ada yang mau menjadi temanku. Semuanya menjauhiku. Aku benci dengan semua ini. Terkadang saat istirahat  aku di kelas mengisi diary, beda saat di rumah. Aku dirumah meluapkan kesedihan dan curahan hatiku di sawah, tapi di sekolah aku curhat pada sebuah buku diary yang berwarna pink dan bergambar thinkerbell. Untung ssaja belum ada satu orangpun yang membacanya, jadi aku bebas berekspresi.
Mungkin orang banyak mengira hanya teman-temanku yang membenciku disekolah. tak hanya itu, guruku saja benci padaku karena aku adalah pencuri. Padahal aku tidak pernah mencuri sam sekali.

Terkadang aku capek dengan semua ini. Aku capek dengan semua tuduhan dan fitnahan. Aku capek dengan semua hinaan dan ejekan.
***

Aku punya empat orang adik namanya Leo, Erais, Chaz, dan Fred. Sekarang aku duduk di bangku SMP kelas 2, Adikku bernama Leo duduk di bangku kelas 1 SMP, Chaz duduk
di bangku TK, sedangkan Fred belum sekolah dan masih berumur 2 tahun.
Orang tuaku lebih sayang pada Leo. Karena Leo lebih pintar, lebih dipercaya,lebih rajin, dan giwt belajar. Apapun yang diinginkan Leo selalu diberikan kepada kedua orangtuaku. Dan tak hanya itu Chaz dan Fred sama dimanjanya seperti Leo.
"Mama dan Papa pilih kasih !" Teriakku pada kedua orang tuaku saat Leo berhasil memenangkan lomba matematika tingkat internasional peringkat 3.
Kedua orang tuaku diam saja melihat perubahanku saat remaja. Aku jadi sering membantah. Aku seperti itu karena aku butuh pengertian dan pengertian.
Eris juga hampir bernasib sama denganku. Tapi dia beruntung karena selalu dibela sama Oma saat orang tuaku memukulnya, tapi aku. Aku hanyalah sampah tempat diolok-olok, difitnah, ditendang, dan dipukul. Tak ada yang mau membelaku.
Papaku seorang dosen di sebush universitas terkenal dan mamaku seorang guru disekolah favorit. Meski banyak orang bilang aku berasal dari keluarga kayaraya tapi aku tidak bisa hidup bahagia. Lebih baik aku jadi anak pemulung yang keluarganya hidup bahagia daripada anak dosen yang hidup sengsara.
Apakah arti orang tua bagiku...
Apakah orang tuaku bisa dijadikan teladan......
***

MASA-MASA ITU

Dulu pada saat aku masih duduk di kelas 6 SD aku terpaksa mencuri, HP NOKIA N70 milik Della, temanku. Aku terpaksa melakukannya karena aku tidak pernah dikasih uang jajan sama kedua orang tuaku. Salahkah aku mencuri bila alasanku seperti itu. Dengan penuh gemetar aku mengambil HP NOKIA N70 dari tas Della. Memang aku benci sama Della karena dia suka pilih-pilih teman, tapi aku tetap dibayangi dosa karena menguri HP NOKIA N70 miliknya. Dan setelah aku mengambil HP NOKIA N70 miliknya, aku langsung lari menuju kamar mandi belakang sekolah. Aku menagis sambil menjatuhkan HP itu. Aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan dengan HP itu. Aku langsung melempar HP itu ke belekang sekolah. Lalu kembali ke kelas. Saat aku kembali ke kelas, aku mendengar ke gaduhan di dalam kelas.

Tidak ada komentar: