Zee-M Webstudios
<$BlogMetaData$>
From: <$BlogOwnerLocation$>
About me: <$BlogOwnerAboutMe$>
More..
<$BlogDateHeaderDate$>
!doctype>
about
Name: <$BlogOwnerFullName$>From: <$BlogOwnerLocation$>
About me: <$BlogOwnerAboutMe$>
Archives
- <$BlogArchiveName$>
Previous entries
- <$BlogPreviousItemTitle$>
<$BlogItemTitle$>
<$BlogItemBody$>
posted by <$BlogItemAuthorNickname$> at <$BlogItemDateTime$><$BlogItemControl$> | Permalink |
<$BlogItemCommentCount$> comments
<$BlogItemCommentCount$> Comments:
At <$BlogCommentDateTime$>, <$BlogCommentAuthor$>
<$BlogCommentBody$>
<$BlogCommentDeleteIcon$>
<$BlogItemCreate$> ~ back home
jangan pernah tinggalkan sahabatmu dalam kesusahan!!!!!!!!!!
Kamis, 28 Januari 2010
Endless Love
SINOPSIS
Seorang siswi kelas XI-3 SMA Angkasa yang bernama Carmanita akhir-akhir ini sering melamun. Ternyata, Carmen(panggilan dari Carmanita) sedang jatuh cinta kepada lelaki bertopi biru. Dinda, sahabat Carmen, kenal dengan lelaki yang sedang dicintai sahabatnya. Dia adalah Terry, kelas XI.7. Karena Terry, Carmen sulit untuk focus terhadap sesuatu. Terutama pada saat latihan karate, siswi berkerdung ini selalu terkena hukuman apabila tidak memperhatikan pak Toni. Amara, teman sekelas Carmen, mulai mengetahui bahwa Carmen menyukai Terry. Amara menyarankan agar Carmen tidak mencintai lelaki angkuh itu.
Lelaki yang dicintai Carmen itu benar-benar sombong, angkuh dan jutek. Apabila dia diajak bicara, selalu saja ia menampakkan wajah dan cara bicaranya yang sombong dan angkuh. Walaupun begitu, Carmen tetap mencintai Terry, sampai-sampai dia menuliskan puisi untuk Terry. Keesokan harinya, Carmen mencari-cari puisi itu. Seingatnya, ia menyelipnya di buku matematika. Kalau sampai puisi itu ada di tangan orang lain, bisa berbahaya.
Ternyata, Amara-lah yang telah mengambil puisi milik Carmen. Dinda menyarankan agar tidak memberikan puisi itu kepada Terry karena apabila Carmen mengetahui hal ini dia akan sangat marah. Namun, Amara tetap keras kepala. Ia mengirim puisi itu lewat pos. Akhirnya, apa yang dikatakan Dinda itu terjadi. Carmen sangat marah dan benci pada Amara. Amara menyesal, seandainya dia tidak melakukan hal ini, tidak akan terjadi hal ini. Carmen dipermalukan oleh Terry. Amara meminta maaf kepada Carmen tetapi Carmen akan memaafkan apabila Terry minta maaf kepadanya. Mana mungkin orang yang angkuh seperti dia mau minta maaf, piker Amara. Namun, bagaimanapun caranya Amara harus membuat Terry minta maaf dan hal itu berhasil.
Carmen mulai melupakan Terry dan pindah ekskul ke ekskul Rohis. Namun, sekarang giliran Terry yang mengejar Carmen.
KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN KEBERMANFAATAN
Novel bertema percintaan islami ini memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan novel percintaan remaja pada umumnya. Persamaannya yaitu, konflik demgan sahabat ataupun dengan kekasih, pengungkapan cinta kepada kekasih, dan pendekatan melalui berpacaran dengan kekasih. Adapun perbedaannya, yaitu pada novel islami berakhir dengan pernikahan, sedangkan pada novel remaja berakhir dengan pacaran.
Pada umumnya, bahasa yang digunakan oleh novel remaja ada dua yaitu bahasa yang baku dan bahasa yang tak baku. Bahasa tak baku pada novel remaja biasanya disebut bahasa ‘gaul’. Kata-kata yang digunakan dalam bahasa ‘gaul’ adalah ‘lo’, ‘gue’, dan sebagainya. Namun, pada novel ini menggunakan bahasa yang baku.
Leyla Imtichanah, lahir di Karanganyar, 1 November 1981. Gadis campuran Solo-Betawi ini mulai menulis sejak kelas enam SD. Cita-citanya dahulu ingin menjadi pengusaha butik. Karena selain ingin menjadi pengusaha, Leyla juga hobi merancang busana dan memakai busana dan memakai busana yang modis. Namun, nasib membawnya menjadi penulis sekaligus editor di Penerbit Lingkar Pena Publishing House.
Novel ini dibuat sejak pengarang masih SMA. Draft kasarnya selesai selama satu hari, tetapi pengarang memindahkannya ke komputer saat ia tidak remaja lagi. Sehingga pengarang mengalami kesulitan untuk menulis novelnya.
Di dalam novel ini, pengarang mencantumkan beberapa puisi dari seorang panyair. Dia adalah Lian Kagura, seorang penyair dan penulis berbakat yang tergabung di Forum Lingkar Bandung.
Harry Potter Dan Pangeran Berdarah Campuran
SINOPSIS
Harry yang di tahun keenamnya di Hogwarts diangkat jadi kapten tim Ouidditch Gryffindor heran sekali, mendadak Quidditch jadi sangat populer. Banyak sekali anak yang mendaftar ingin masuk tim, bahkan sampai ada anak-anak Huffleput dan Ravenclaw yang menyelundupkan. Tetapi seperti kata Hermione.
“Bukan Quidditch yang ngetop, tapi kau! Kau belum pernah semenarik ini, dan jujur saja, kau belum pernah sekeren ini.
“…Seluruh dunia sihir harus mengakui kau benar soal Voldemort telah kembali dan bahwa kau telah menghadapinya dua kali dalam dua tahun terakhir ini dan berhasil selamat dalam dua-duanya. Dan sekarang mereka menyebutmu ‘Sang Terpilih’ – nah, coba tidak bisakah kau melihat kenapa orang terpesona olehmu?”
Pantas saja gadis-gadis sampai nekat mau memberikan ramuan cinta kepada Harry. Namun Harry tidak memusingkan semua ini. Hanya ada satu gadis yang memenuhi pikirannya. Lagi pula dia sangat sibuk. Tahun ini Dumbledore memberinya pelajaran privat.
Mempersiapkannya menghadapi musuh bebuyutannya. Lord Voldemort. Seperti dikatakan Ron. Dumbledore pasti tak akan membuang-buang waktu memberinya pelajaran kalau dia menganggap Harry pecundang – dia pasti berpendapat Harry punya peluang!
Harry mengira cita-citanya untuk menjadi Auror telah kandas, karena nilai Ramuannya tidak mencukupi. Namun dia keliru. Tahun ini Snape tidak lagi mengajar Ramuan, dan Harry menjadi yang paling pintar dalam kelas Ramuan – berkat bantuan Pangeran Berdarah-Campuran.
Kelebihan dari novel ini adalah pemaparan latar yang sungguh luar biasa menurut saya, sangat cocok bagi orang yang mempunyai imajinasi tinggi.
Kelemahan dari novel ini seperti biasa yaitu masih banyak istilah – istilah yang suakar dipahami bagi orang yang tidak mengikuti terbitan novel dari awal.
Harry Potter and The Orde Phoenix
SINOPSIS
Dumbledore menurunkan tangannya dan menatap Harry melalui kacamata bulan-separonya. ‘Sudah waktunya bagiku,’ katanya, ‘untuk memberitahumu apa yang seharusnya kuberitahukan kepadamu lima tahun lalu, Harry. Duduklah. Aku akan mengungkapkan segalanya.’
Tak diragukan lagi tahun kelima Harry Potter bersekolah di Hogwarts merupakan tahun yang sangat penting. Kini ia berusia lima belas tahun, dan sebagai remaja ia mengalami gejolak masa muda yang mengubah beberapa sifat dasarnya. Ia akan menjalani ujian OWL yang menegangkan, yang menentukan akan jadi apa dirinya setelah lulus. Ia sering sekali bertengkar dengan Cho, sehingga bukan tidak mungkin hubungan mereka putus. Dan ketika ia berkelahi dengan Draco Malfoy, peranannya sebagai Seeker tim Quidditch Gryffindor terancam. Semua ini membuat Harry begitu nelangsa, sehingga untuk pertama kalinya ia ingin sekali meninggalkan Hogwarts.
Di tengah semua kegalauan itu, Lord Voldemort dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa terus-menerus menghantui Harry. Tanpa henti Pangeran Kegelapan menyiksanya melalui bekas lukanya, dan akhirnya memaksa Harry bertarung mati-matian melawan para Pelahap Maut. Dan puncaknya adalah ia harus menyaksikan kematian seseorang yang amat dicintainya yaitu orang yang ia anggap orang tuanya sendiri
Kelebihan dari novel ini adalah menyuguhkan sesuatu yang fresh seperti, sajian cerita yang pada novel sebelumnya harry selalu mendapat citra yang cukup baik. Akan tetapi, pada novel ini harry dihadang suatu permasalahan sehingga citranya pun di Hogwarts menjadi buruk sehinnga untuk pertama kalinya ia ingin keluar dari Hogwarts. Lalu, seperti biasa Jk,Rowling memaparakan alur yang jelas sehingga menarik dan mudah diikuti.
Kekurangan dari novel ini adalah masih banyak istilah asing yang tidak dimengerti bagi pembaca yang tidak mengikuti novel ini dari awal.
Harry Potter and the Deathly Hallows
SINOPSIS
Kembalinya Voldemort ke tampuk kekuasaannya kembali menyebarkan teror ke seluruh dunia sihir. Tidak ada lagi keamanan, karena satu-satunya orang yang dia takuti, Dumbledore, telah mati. Kementrian Sihir berada dalam kekuasaannya, begitu juga Sekolah Sihir Hogwarts dia kuasai. Kaum penyihir keturunan muggle mendapat ancaman dan harus mati karena satu kesalahan mereka, lahir sebagai keturunan muggle.
Di tengah-tengah upayanya mencari cara mengalahkan Harry Potter, Voldemort tidak menyadari bahwa Horcrux, benda-benda tempat menyimpan jiwa-jiwanya dan membuatnya tidak bisa mati, satu demi satu musnah. Muncul kesadarannya bahwa Harry Potter sedang memburu Horcrux-Horcrux miliknya ketika dia mengetahui bahwa Harry Potter mencuri Cawan Hufflepuf yang disimpan dalam ruang penyimpanan milik Bellatrix Lestrange di Bank Gringgots. Voldemort marah ketika mengetahui bahwa Horcrux-Horcruxnya yang lain hilang dari tempat penyimpanannya. Dia menyadari bahayanya dan selalu melindungi Nagini, ular peliharaannya sekaligus Horcrux ke enam, dengan mantra-mantra sihir. Namun pada akhirnya, Nagini tumbang di tangan Neville Longbottom dengan pedang Gryffindor.
Saat berhadapan-hadapan di medan tempur, Lord Voldemort dan Harry Potter sama-sama tidak lagi punya pelindung. Voldemort sudah tidak lagi memiliki Horcrux dan menjadikannya mortal lagi. Sedangkan Harry juga tidak berada dalam perlindungan ibunya atau Dumbledore lagi yang selalu meloloskannya dari serangan Voldemort. Dengan keyakinan kuat akan menang, Voldemort meluncurkan kutukan Avada Kedavra pada Harry dengan Tongkat Sihir Tetua yang terbuat dari kayu Elder—salah satu benda kematian (Deathly Hallow)—yang memiliki kekuatan sihir berlipat ganda jika dalam genggaman penguasa sejati tongkat tersebut.
KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN KEBERMANFAATAN
Kelebihan dari novel ini adalah cerita novel ini berakhir dengan latar penting yang sudah terungkap. Si penulis, menamatkan kisah Potter tanpa ending terbuka, sehingga baik dirinya ataupun penulis lain tidak akan mencoba memperpanjang kisah Harry Potter.
Untuk kelemahannya saya merasa kesulitan untuk menemukannya dari novel ini, yang tentu saja telah sukses tujuh seri menggebrak dunia berbukuan, sesulit rasa akhir ketika pembaca sampai pada pertempuran pamungkas antara Harry Potter dan Lord Voldemort serta menyelesaikan sebuah kalimat akhir, “Selama sembilas belas tahun bekas lukanya sudah tidak terasa sakit lagi. Dan semuanya berjalan lancar.”. Tapi rasa sulit berpisah dari kisah Harry Potter yang telah menyihir seluruh dunia dengan petualangan-petualangannya, akan terobati ketika pembaca mencermati, mengulang dan mengulang kembali tujuh seri Harry Potter dan menemukan bahwa kisah ini memang layak dibaca hingga titik baca penghabisan.
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Rabu, 13 Januari 2010
Love That Never Reply It
My planning
Aku Alia. Aku duduk di bangku SMP kelas 8. Aku pnya tiga orang sahabat yaitu Dear dan Amanda. Mereka adalah sahabat terbaikku. Mereka tidak pernah melihat aku dari kekuranganku.
Aku dan sahabatku semuanya jomblo kecuali Amanda. Amanda pacaran sama Arya. Mereka berdua memang bukan pasangan yang serasi. Amanda itu cantik,item manis, pintar dalam bidang olahraga dan mancung sedangkan Arya manis, dan mancung tapi dia suka ngerokok. Dar dulu aku nggak setuju kalau Amanda pacaran sama Arya.
Aku sendiripun belum pacaran. Boro-boro pacaran. Fallin in love aja di sekolah nggak pernah. Dari semua cowok-cowok di sekolahku nggak ada satupun yang buat aku fallin in love. Semua cowok di sekolahanku penampilannya sengak. Nggak ada yang sesuai tipeku. Dari dulu aku paling mendambakan cowok yang baik, kalem, loman, rajin solat, pengertian, nggak gampang posesif, dan nggak kasar sama cewek.
”Huffp!!!!!!!!!!!!! Mungkin sudah harus aku jalani rasanya di bangku SMP tanpa kenangan terindah”kataku dalam hati sambil menghembuskan nafas panjang.
***
Hari ini aku ada sholat Jumat di sekolah. Dan seluruh siswa cowok maupun cewek wajib ikut serta dan mengumpulkan kartu sholat Jumat.Tiba-tiba ada dua orang cowok yang memanggilku.
”Alia...........!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Panggilnya.
Lalu aku ke arah mereka. Saatku menoleh ternyata dua cowok itu Hilman dan Fatih.
”Ada apa?” Tanyaku.
”Aku boleh titip nggak sama kamu?”Tanya balik Hilman padaku.
”Titip apaan?” Aku kembali balik bertanya.
”Aku titip kartu salat jumat ke kamu ya?” Tanya Hilman lagi dengan penuh harapan.
”Alia, aku juga ya?” Fatih ikut memohon padaku.
”OK! Tapi dengan satu syarat! Gimana?”Kataku melihat ke arah mereka berdua.
”Apa syaratnya?” tanya mereka berdua penuh heran.
”Aku boleh minta nomor hpnya Fatih apa nggak?”
”Buat apa?”
”Buat aku kasihin ke Dear.”
Fatih langsung menuliskan nomor hpnya di atas telapak tanganku. Tapi aku teliti dulu. Apa bener ini nomor hpnya Fatih beneran. Ntar kalau bukan nomornya Fatih rencanaku buat nyomblangin Dear dan Fatih gagal.
”Apa ini bener nomor hpmu? Ntar kamu bohong.”
”Iya! Ini nomor hpku. Sumpah! Kalau kamu nggak percaya miscall aja.”
”Ya udah! Aku percaya.”
***
Sepulang sekolah aku pulang bareng sama Dear. Lalu aku ceritakan semuanya. Dan langsung Dear ambil Hp Nokia 7310 supernova yang berwarna hijau rumput miliknya dan mencatat nomor hp yang tertera di telapak tanganku. Dear terlihat senyum-senyum sendiri. Sepertinya Dear kesengsem karena sudah dapat nomor hpnya Fatih.
”Dear, kamu kenapa senyum-senyum sendiri? Hmmm..... aku tau! Pasti udah dapet nomornya Fatih, terus sampe rumah smzan sama dia. Ya kan?”
”Ih...! Kamu itu udah salah, keras lagi. Aku itu seneng akhirnya udah bisa tau nomornya Fatih. Tapi aku nggak akan smz dia. Aku mau dia dulu yang smz aku.”
”Kamu bilang kayak gitu jangan ke aku donk! Langsung bilang aja ke Fatih. Gitu aja kok repot. Oh ya! Gimana ceritanya kamu bisa ketemu Fatih?”
”Dulu pertama kali aku mos. Aku di ajak kenalan sama Darda di angkot, tapi aku nggak mau. Pas Fatih yang ngajak aku kenalan, aku langsung mau. Aku juga nggak tau kenapa pas Fatih yang ngajak aku kenalan aku langsung mau. Semakin lama aku mulai akrab sama Fatih dan setiap hari pulang selalu bareng. Tapi keakraban itu nggak bertahan lama. Yach paling nggak, aku sama Fatih sering pulang bareng cuma sampe kelas 7 semester 1.”
”Lho? Kenapa cuma sampe kelas 7 semester satu?”
”Dia sepertinya cemburu dan marah sama aku gara-gara Ridho nembak aku.”
“Kalau cuma kayak gitu kenapa dia harus marah?”
”Dia marah gara-gara, pas Ridho nembak aku, Ridho megang tanganku, dan kebutulan saat itu Fatih lewat. Mata Fatih langsung merah berkaca-kaca dan sempat ada airmatanya yang menetes.”
”Kenapa nggak kamu lepas tangannya Ridho dari tanganmu?”
”Gimana mau nge-lepasin? Tanganku di pegang erat dan aku udah berusaha ngelepasin tapi nggak bisa.”
”Terus kamu terima cintanya ’anak kriminal’ itu?”
”Anak Kriminal? Siapa itu?”
”Maksudku ’anak kriminal’ itu Ridho. You know?”
”Emang kenapa dia di panggil anak kriminal?”
”Dear, Dear! Kamu itu ketinggalan jaman banget sich! Tu kan udah julukannya si Ridho sejak dulu karena dia itu selalu buat masalah di sekolah. Mulai dari ngerokok, ngedrugs, dan minum miras.”
”Emang dia sampe segitunya?”
”Kalau dia nggak kayak gitu, Nggak mungkin dia dikeluarkan dari sekolah ini.”
”Jadi Ridho dikeluarkan dari sekolah?”
”Yup! Masa’ kamu nggak tau? Bener-bener ketinggalan jaman!”
”ooooo......, pantesan Ridho nggak pernah kelihatan di sekolah.”
”Sekarang aku tahu kenapa Fatih jadi kayak gitu!”
”Kenapa?”
”Jadi antara kamu dan Fatih hanya terjadi salahpaham.”
”yach gitu deh!”
Setelah itu aku dan Dear meninggalkan halaman sekolah dan menuju ke luar gerbang.
***
Malam itu dingin sekali. Angin malam yang dinginnya tak tertahankan menusuk dadaku. Pusingnya kepalaku akibat melihat tugas sekolah yang ada di depan mataku.
Otakku langsung berusaha memainkan logikanya untuk mengerjakan soal matematika. Berbagai rumus matematika ku otak-atik. Sampai kepalaku pusing tujuh keliling.
Malam semakin larut. Aku sudah selesai mengerjakan tugas matematika. Tapi malam itu aku belum juga mengantuk. Padahal sekarang sudah jam sembilan malam. Aku ingat kalau aku belum menata jadwal untuk besok. Saat menata jadwal, aku melihat kartu sholat jumatnya Fatih dan Hilman berwarna kuning. Aku teringat nomornya Fatih.
Langsung aku ambil hp Nokia N96 metalic dengan gantunga hp love milikku. Aku memencet menu, lalu ke olahpesan dan aku menulis sebuah pesa yang isinya Tih, ni aq Alia. Q mo nyampein pesen dari Dear. Dear bilang ma aq, klo dy pgnx km dluan yg smz dy. Langsung aku kirim pesan tersebut ke Fatih.
Sebetulnya Dear nggak berpesan seperti itu sama aku tapi itu My Planning buat kembalikan Dear dan Fatih seperti dulu. Dan aku berusaha untuk berhasil dan harus berhasil dalam mewujudkan planningku. Aku nggak peduli apa akibatnya asalkan aku bisa lihat Dear tersenyum setiap hari.
Nggak lama kemudian hpku bergetar. Ada 1 message received. Langsung aku buka pesan itu. Ternyata pesan dari Fatih. OK! Tp mslhx aq g punya no x Dear. Aku langsung membalas smznya Fatih. Dan aku kirim nomer hpnya Dear.
Semakin larut aku semakin mengantuk. Ku letakkan hpku di atas lemari buku. Aku langsung membaringkan tubuhku di spring bed pink di kamarku yang bersprei bergambar love(hati) yang berwarna pink, hijau,biru. Aku tarik selimut hangatku yang bergambar smile. Dan aku langsung memeluk boneka tedy bear kesayanganku sejak aku masih bayi.
***
Pagi yang cerah. Matahari mulai muncul. Embun pagi terasa segarnya pagi. Awan berwarna biru dengan langit-langit putih. Angin pagi berdesir di dalam tubuh dengan kesejukan.
Melangkahkan kaki ke sekolah pasti terasa ringan saat pagi itu cerah dan menggambarkan suasana hatiku. Meskipun nggak ada kasih untuk hatiku tapi aku tetap mencoba menjalani hati dengan penuh senyuman.
”Alia.....!!!Alia...!!!” Terdengar Dear memanggil namaku di depan rumahku yang pertanda itu jemputan untuk berangkat sekolah.
“Ya, sebentar, Dear!” Jawabku sambil memakai sepatu. Lalu salim dan berpamitan kepada Ayah dan Bundaku. Langsungku menjalan kakiku bersama Dear untuk keluar gang kompleks perumahan Griya Malang untuk menunggu angkutan. Sambil menunggu angkutan aku ingat smznya Fatih semalam.
“De, tadi malam Fatih smz kamu ya?”
”Ya. Pasti kamu yang kasihtau nomerku ke Fatih?”
”He...He...He.... Aku memang sengaja beritahu ke Fatih. Kan nggak papa! Kamu bisa baikan kayak dulu sama Fatih. Terus gimana smz Fatih?”
”Dia cuma tanya ’Gmn kbrx?’, Terus aku sama dia juga sempat smzan yang nggak penting-penting amat sampai-sampai smzan dari jam 9 sampe jam 11 malam.”
“Hmmmm............, apa itu tandanya kamu sudah baikan sama Fatih?.”
”Yach, sepertinya begitu.”
Aku langsung menghentikan pembicaraanku sama Dear seputar Fatih karena ada angkutan lewat. Kami berdua langsung menaiki angkutan tersebut.
Jalan-jalan ditelusuri angkutan tersebut untuk mencari penumpang. Mataku mengamati sekitarnya. Aku ingin membuat Dear sahabatku tersenyum seperti dulu. Dan My Planning harus berjalan lancar dan terwujudkan.
***
Be Mak Comblang
Bel istirahat berdering "Teeettt...teeet....!" Aku langsung ke kantin bareng Amanda. Aku das Amanda memilih membeli bakso Cak Mus yang terkenal lezat dan gurih. Tak disadari Hilman duduk di sebelahnya Amanda.
"Nda, di cari sama Ben. Ben itu suka sama kamu!" Kata Hilman.
Hilman pun pergi. Dan Amanda hanya mengangguk-angguk saja menanggapi hal itu. Lalu aku mencoba untuk menggoda Amanda.
"Ciyeee! Ben nich yeeee.....!"
"Maksud lho?"
"Lha itu barusan Hilman bilang?"
"Tu kan Ben nya aja yang suka sama aku. Tapi aku nggak suka dia."
"Ouw!!! Giman sama mantan kekasihmu Arya?"
"Dia tu sekarang udah baik. Dan nggak kayak dulu."
"Gak kayak dulu gimana?"
"Dulu diakan suka minum miras, merokok, dan nge drugs. Tapi sekarang dia berubah."
"Kalau Ben sama Arya, siapa yang lebih baik?"
"Ya jelas Arya lah! Arya tu gentlemen tapi kalau Ben itu kece, nggak punya nyali, dan terlalu baik sama orang."
"Justru lebih baik Ben lah! Oh ya, by the way Ben tu suka nge drugs, merokok, minum miras apa nggak?"
"Nggak."
"Nah, tu artinya lebih baik ben."
"Lho kok jadi tanya-tanya Ben? Lho suka ben ya?"
"Boro-boro suka, tau anaknya aja yang mana nggak tau."
Lama-kelamaan aku jadi penasaran sama yang namanya ben. Ganteng apa nggak ya?. Baik apa nggak ya?.
***
Sore itu warna biru langit mulai memudar. Panas terik matahari pun sudah tak sepanas di siang hari. Aku dan Dear pergi ke Warnet untuk online. Aku teringat pada sesuatu yang membuat aku bertanya sesuatu sama Dear.
“Dear, gimana kamu sama Fatih? Sudah pacaran?”
“Belum. Yang bener aja pacaran! Baikan aja barusan. Eh, Alia! Hari Minggu kamu bisa nggak anterin aku ke Sawah jalan kembar?”
“Ngapain?”
“He...he...he.... Fatih ngajak ketemuan disitu. Plis...! Bisakan anterin aku?”
“Kenapa harus ngajak aku? Kan ini acara kamu sama Fatih.”
"Aku nggak mau ditanya yang aneh-aneh sama orang tua aku. Mtar kalo mereka curiga gimana?"
"Kan kalian belum pacaran?"
"Ya memang. Tapi kalau ada orang yang liat aku sama Fatih berduaan kayak orang pacaran, terus bilang ke orang tua aku, gimana?"
"OK! Aku mau namenin kamu."
Nggak lama kemudian aku sudah sampai di warnet. Aku langsung menuju bangku nomor 8 dan Dear menuju bangku nomor 9. Aku duduk dsn langsung membuka situs pertemanan friendster. Tanpa disadari aku melihat fatih duduk di bangku nomor 12 tepat di depannya Dear. Aku langsung membuka Yahoo Messenggerku lalu ku kirim chat ke Dear.
Liaimoetz: Dear, liat di bangku numb 12. Tepat di dpnmu.........
Dearyayu : Y, aq tau. Fatihkan?
Liaimoetz: Yup :) Wah... ada yang salting alias salah tingkah. CIYEEEE....!!!!!!!
Nggak lama kemudian ada satu anak chat di Yahoo messenggerku. Ku buka ternyata Fatih.
Prasfatih:Hy,,,!!!
Liaimoetz:Hy juga,,,!!! Jangan salting!!!
Prasfatih:Napa hrs salting?
Liaimoetz:Liat di dpn mu ad cpa?
Prasfatih:Di dpn q ad cewek cntik, mnis, pntr, n gk kyk km....
Liaimoetz:Sialan loe!!!
Setelah itu chatku nggak dibalas. Dan aku chat Dear juga nggak dibalas. Aku langsung mampir ke bangku nomor 9 dan aku mengintip layar komputernya. Ternyata Dear chat sana Fatih. Pantesan dari tadi chatku nggak dibalas.
"Huffp...!!!" Kataku sambil mengambil nafas panjang.
Waktu seraya berjalan cepat. Sudah dua jam aku ngennet sama Dear. Akhirnya aku dan Dear sudah selesai ngenet langsung stop fasilitas internet. Saat aku dan Dear sedang membayar di counter, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya Dear dan membuat Dear kaget. Ternyata orang itu Fatih.
"Hai... Udah selesai ngenet ya?"
"Iya."
"Kamu kesini tadi sama Alia?"
"Iya. Kamu sendirian ya?"
"Ya, begitulah!" Ujar Fatih membayar di counter internet.
Aku yang semula berjalan di sebelah mereka berdua, aku langsung berjalan di depannya. Lalu aku berhenti di depan pagar warnet yang disusul Dear dan Fatih. Mereka terlihat seperti pasangan serasi . Aku iri melihat mereka berdua. Kenapa nasibku harus seperti ini. Tapi nggak apa-apa. Tadinya aku ke warnet duluan mau menyuruh Fatih datang ke warnet biar bisa berduaan sama Dear tapi dia sudah datang duluan, jadi ya kebetulan. Rencana step satuku sudah berhasil buat Dear dan Fatih dekat lagi seperti dulu.
***
"Bruukkk!!!" aku membaringkan tubuhku diatas spring bed. Boring bangat rasanya. Internetan sama Dear, eh... pulangnya nggak digubrisin sama sekali. Malahan dia enak-enakan ngobrol sama Fatih.
Tanganku mengarah pada sebuah headset yang terletak diatas lemari buku kecilku lalu
tanganku langsung menancapkan headset menuju Hp Nokia N96 metalicku. Setelah itu ku letakkan headset itu di kedua telingaku. Tanganku lalu mengotak-atik saluran pemancar yang ada di aplikasi handphoneku. Tanganku berhenti saat memilih saluran pemancar radio KIRANA FM.
Lagu demi lagu, aku nikmati untuk menghilangkan rasa bosan, jenuh, dan semua rasa yang ada. Saat tengah menikmati, aku mendengar ada satu penelpon yang ingin request lagu on radio KIRANA FM.
"Malam" sapa broadcaster radio KIRANA FM.
"Iya, malam." balas sapa penelpon itu.
"Dengan siapa disana?" tanya broadcaster itu dengan nada sumringah dan ramah.
"Aku Riri. Aku mau request lagunya Pasto yang judulnya Aku Pasti Kembali." Jawab penelpon itu dengan nada yang halus.
"Oh, lagunya pasto, iya ada. Salamnya buat siapa Riri?" Tanya broadcaster itu dengan nada yang sumringah dan ramah.
"Buat Fatih sayangku aja!"
Yang terdengar ditelingaku seolah tersimpan dalam otakku, meski tidak terlalu aku pikirkan.
Aku Alia. Aku duduk di bangku SMP kelas 8. Aku pnya tiga orang sahabat yaitu Dear dan Amanda. Mereka adalah sahabat terbaikku. Mereka tidak pernah melihat aku dari kekuranganku.
Aku dan sahabatku semuanya jomblo kecuali Amanda. Amanda pacaran sama Arya. Mereka berdua memang bukan pasangan yang serasi. Amanda itu cantik,item manis, pintar dalam bidang olahraga dan mancung sedangkan Arya manis, dan mancung tapi dia suka ngerokok. Dar dulu aku nggak setuju kalau Amanda pacaran sama Arya.
Aku sendiripun belum pacaran. Boro-boro pacaran. Fallin in love aja di sekolah nggak pernah. Dari semua cowok-cowok di sekolahku nggak ada satupun yang buat aku fallin in love. Semua cowok di sekolahanku penampilannya sengak. Nggak ada yang sesuai tipeku. Dari dulu aku paling mendambakan cowok yang baik, kalem, loman, rajin solat, pengertian, nggak gampang posesif, dan nggak kasar sama cewek.
”Huffp!!!!!!!!!!!!! Mungkin sudah harus aku jalani rasanya di bangku SMP tanpa kenangan terindah”kataku dalam hati sambil menghembuskan nafas panjang.
***
Hari ini aku ada sholat Jumat di sekolah. Dan seluruh siswa cowok maupun cewek wajib ikut serta dan mengumpulkan kartu sholat Jumat.Tiba-tiba ada dua orang cowok yang memanggilku.
”Alia...........!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Panggilnya.
Lalu aku ke arah mereka. Saatku menoleh ternyata dua cowok itu Hilman dan Fatih.
”Ada apa?” Tanyaku.
”Aku boleh titip nggak sama kamu?”Tanya balik Hilman padaku.
”Titip apaan?” Aku kembali balik bertanya.
”Aku titip kartu salat jumat ke kamu ya?” Tanya Hilman lagi dengan penuh harapan.
”Alia, aku juga ya?” Fatih ikut memohon padaku.
”OK! Tapi dengan satu syarat! Gimana?”Kataku melihat ke arah mereka berdua.
”Apa syaratnya?” tanya mereka berdua penuh heran.
”Aku boleh minta nomor hpnya Fatih apa nggak?”
”Buat apa?”
”Buat aku kasihin ke Dear.”
Fatih langsung menuliskan nomor hpnya di atas telapak tanganku. Tapi aku teliti dulu. Apa bener ini nomor hpnya Fatih beneran. Ntar kalau bukan nomornya Fatih rencanaku buat nyomblangin Dear dan Fatih gagal.
”Apa ini bener nomor hpmu? Ntar kamu bohong.”
”Iya! Ini nomor hpku. Sumpah! Kalau kamu nggak percaya miscall aja.”
”Ya udah! Aku percaya.”
***
Sepulang sekolah aku pulang bareng sama Dear. Lalu aku ceritakan semuanya. Dan langsung Dear ambil Hp Nokia 7310 supernova yang berwarna hijau rumput miliknya dan mencatat nomor hp yang tertera di telapak tanganku. Dear terlihat senyum-senyum sendiri. Sepertinya Dear kesengsem karena sudah dapat nomor hpnya Fatih.
”Dear, kamu kenapa senyum-senyum sendiri? Hmmm..... aku tau! Pasti udah dapet nomornya Fatih, terus sampe rumah smzan sama dia. Ya kan?”
”Ih...! Kamu itu udah salah, keras lagi. Aku itu seneng akhirnya udah bisa tau nomornya Fatih. Tapi aku nggak akan smz dia. Aku mau dia dulu yang smz aku.”
”Kamu bilang kayak gitu jangan ke aku donk! Langsung bilang aja ke Fatih. Gitu aja kok repot. Oh ya! Gimana ceritanya kamu bisa ketemu Fatih?”
”Dulu pertama kali aku mos. Aku di ajak kenalan sama Darda di angkot, tapi aku nggak mau. Pas Fatih yang ngajak aku kenalan, aku langsung mau. Aku juga nggak tau kenapa pas Fatih yang ngajak aku kenalan aku langsung mau. Semakin lama aku mulai akrab sama Fatih dan setiap hari pulang selalu bareng. Tapi keakraban itu nggak bertahan lama. Yach paling nggak, aku sama Fatih sering pulang bareng cuma sampe kelas 7 semester 1.”
”Lho? Kenapa cuma sampe kelas 7 semester satu?”
”Dia sepertinya cemburu dan marah sama aku gara-gara Ridho nembak aku.”
“Kalau cuma kayak gitu kenapa dia harus marah?”
”Dia marah gara-gara, pas Ridho nembak aku, Ridho megang tanganku, dan kebutulan saat itu Fatih lewat. Mata Fatih langsung merah berkaca-kaca dan sempat ada airmatanya yang menetes.”
”Kenapa nggak kamu lepas tangannya Ridho dari tanganmu?”
”Gimana mau nge-lepasin? Tanganku di pegang erat dan aku udah berusaha ngelepasin tapi nggak bisa.”
”Terus kamu terima cintanya ’anak kriminal’ itu?”
”Anak Kriminal? Siapa itu?”
”Maksudku ’anak kriminal’ itu Ridho. You know?”
”Emang kenapa dia di panggil anak kriminal?”
”Dear, Dear! Kamu itu ketinggalan jaman banget sich! Tu kan udah julukannya si Ridho sejak dulu karena dia itu selalu buat masalah di sekolah. Mulai dari ngerokok, ngedrugs, dan minum miras.”
”Emang dia sampe segitunya?”
”Kalau dia nggak kayak gitu, Nggak mungkin dia dikeluarkan dari sekolah ini.”
”Jadi Ridho dikeluarkan dari sekolah?”
”Yup! Masa’ kamu nggak tau? Bener-bener ketinggalan jaman!”
”ooooo......, pantesan Ridho nggak pernah kelihatan di sekolah.”
”Sekarang aku tahu kenapa Fatih jadi kayak gitu!”
”Kenapa?”
”Jadi antara kamu dan Fatih hanya terjadi salahpaham.”
”yach gitu deh!”
Setelah itu aku dan Dear meninggalkan halaman sekolah dan menuju ke luar gerbang.
***
Malam itu dingin sekali. Angin malam yang dinginnya tak tertahankan menusuk dadaku. Pusingnya kepalaku akibat melihat tugas sekolah yang ada di depan mataku.
Otakku langsung berusaha memainkan logikanya untuk mengerjakan soal matematika. Berbagai rumus matematika ku otak-atik. Sampai kepalaku pusing tujuh keliling.
Malam semakin larut. Aku sudah selesai mengerjakan tugas matematika. Tapi malam itu aku belum juga mengantuk. Padahal sekarang sudah jam sembilan malam. Aku ingat kalau aku belum menata jadwal untuk besok. Saat menata jadwal, aku melihat kartu sholat jumatnya Fatih dan Hilman berwarna kuning. Aku teringat nomornya Fatih.
Langsung aku ambil hp Nokia N96 metalic dengan gantunga hp love milikku. Aku memencet menu, lalu ke olahpesan dan aku menulis sebuah pesa yang isinya Tih, ni aq Alia. Q mo nyampein pesen dari Dear. Dear bilang ma aq, klo dy pgnx km dluan yg smz dy. Langsung aku kirim pesan tersebut ke Fatih.
Sebetulnya Dear nggak berpesan seperti itu sama aku tapi itu My Planning buat kembalikan Dear dan Fatih seperti dulu. Dan aku berusaha untuk berhasil dan harus berhasil dalam mewujudkan planningku. Aku nggak peduli apa akibatnya asalkan aku bisa lihat Dear tersenyum setiap hari.
Nggak lama kemudian hpku bergetar. Ada 1 message received. Langsung aku buka pesan itu. Ternyata pesan dari Fatih. OK! Tp mslhx aq g punya no x Dear. Aku langsung membalas smznya Fatih. Dan aku kirim nomer hpnya Dear.
Semakin larut aku semakin mengantuk. Ku letakkan hpku di atas lemari buku. Aku langsung membaringkan tubuhku di spring bed pink di kamarku yang bersprei bergambar love(hati) yang berwarna pink, hijau,biru. Aku tarik selimut hangatku yang bergambar smile. Dan aku langsung memeluk boneka tedy bear kesayanganku sejak aku masih bayi.
***
Pagi yang cerah. Matahari mulai muncul. Embun pagi terasa segarnya pagi. Awan berwarna biru dengan langit-langit putih. Angin pagi berdesir di dalam tubuh dengan kesejukan.
Melangkahkan kaki ke sekolah pasti terasa ringan saat pagi itu cerah dan menggambarkan suasana hatiku. Meskipun nggak ada kasih untuk hatiku tapi aku tetap mencoba menjalani hati dengan penuh senyuman.
”Alia.....!!!Alia...!!!” Terdengar Dear memanggil namaku di depan rumahku yang pertanda itu jemputan untuk berangkat sekolah.
“Ya, sebentar, Dear!” Jawabku sambil memakai sepatu. Lalu salim dan berpamitan kepada Ayah dan Bundaku. Langsungku menjalan kakiku bersama Dear untuk keluar gang kompleks perumahan Griya Malang untuk menunggu angkutan. Sambil menunggu angkutan aku ingat smznya Fatih semalam.
“De, tadi malam Fatih smz kamu ya?”
”Ya. Pasti kamu yang kasihtau nomerku ke Fatih?”
”He...He...He.... Aku memang sengaja beritahu ke Fatih. Kan nggak papa! Kamu bisa baikan kayak dulu sama Fatih. Terus gimana smz Fatih?”
”Dia cuma tanya ’Gmn kbrx?’, Terus aku sama dia juga sempat smzan yang nggak penting-penting amat sampai-sampai smzan dari jam 9 sampe jam 11 malam.”
“Hmmmm............, apa itu tandanya kamu sudah baikan sama Fatih?.”
”Yach, sepertinya begitu.”
Aku langsung menghentikan pembicaraanku sama Dear seputar Fatih karena ada angkutan lewat. Kami berdua langsung menaiki angkutan tersebut.
Jalan-jalan ditelusuri angkutan tersebut untuk mencari penumpang. Mataku mengamati sekitarnya. Aku ingin membuat Dear sahabatku tersenyum seperti dulu. Dan My Planning harus berjalan lancar dan terwujudkan.
***
Be Mak Comblang
Bel istirahat berdering "Teeettt...teeet....!" Aku langsung ke kantin bareng Amanda. Aku das Amanda memilih membeli bakso Cak Mus yang terkenal lezat dan gurih. Tak disadari Hilman duduk di sebelahnya Amanda.
"Nda, di cari sama Ben. Ben itu suka sama kamu!" Kata Hilman.
Hilman pun pergi. Dan Amanda hanya mengangguk-angguk saja menanggapi hal itu. Lalu aku mencoba untuk menggoda Amanda.
"Ciyeee! Ben nich yeeee.....!"
"Maksud lho?"
"Lha itu barusan Hilman bilang?"
"Tu kan Ben nya aja yang suka sama aku. Tapi aku nggak suka dia."
"Ouw!!! Giman sama mantan kekasihmu Arya?"
"Dia tu sekarang udah baik. Dan nggak kayak dulu."
"Gak kayak dulu gimana?"
"Dulu diakan suka minum miras, merokok, dan nge drugs. Tapi sekarang dia berubah."
"Kalau Ben sama Arya, siapa yang lebih baik?"
"Ya jelas Arya lah! Arya tu gentlemen tapi kalau Ben itu kece, nggak punya nyali, dan terlalu baik sama orang."
"Justru lebih baik Ben lah! Oh ya, by the way Ben tu suka nge drugs, merokok, minum miras apa nggak?"
"Nggak."
"Nah, tu artinya lebih baik ben."
"Lho kok jadi tanya-tanya Ben? Lho suka ben ya?"
"Boro-boro suka, tau anaknya aja yang mana nggak tau."
Lama-kelamaan aku jadi penasaran sama yang namanya ben. Ganteng apa nggak ya?. Baik apa nggak ya?.
***
Sore itu warna biru langit mulai memudar. Panas terik matahari pun sudah tak sepanas di siang hari. Aku dan Dear pergi ke Warnet untuk online. Aku teringat pada sesuatu yang membuat aku bertanya sesuatu sama Dear.
“Dear, gimana kamu sama Fatih? Sudah pacaran?”
“Belum. Yang bener aja pacaran! Baikan aja barusan. Eh, Alia! Hari Minggu kamu bisa nggak anterin aku ke Sawah jalan kembar?”
“Ngapain?”
“He...he...he.... Fatih ngajak ketemuan disitu. Plis...! Bisakan anterin aku?”
“Kenapa harus ngajak aku? Kan ini acara kamu sama Fatih.”
"Aku nggak mau ditanya yang aneh-aneh sama orang tua aku. Mtar kalo mereka curiga gimana?"
"Kan kalian belum pacaran?"
"Ya memang. Tapi kalau ada orang yang liat aku sama Fatih berduaan kayak orang pacaran, terus bilang ke orang tua aku, gimana?"
"OK! Aku mau namenin kamu."
Nggak lama kemudian aku sudah sampai di warnet. Aku langsung menuju bangku nomor 8 dan Dear menuju bangku nomor 9. Aku duduk dsn langsung membuka situs pertemanan friendster. Tanpa disadari aku melihat fatih duduk di bangku nomor 12 tepat di depannya Dear. Aku langsung membuka Yahoo Messenggerku lalu ku kirim chat ke Dear.
Liaimoetz: Dear, liat di bangku numb 12. Tepat di dpnmu.........
Dearyayu : Y, aq tau. Fatihkan?
Liaimoetz: Yup :) Wah... ada yang salting alias salah tingkah. CIYEEEE....!!!!!!!
Nggak lama kemudian ada satu anak chat di Yahoo messenggerku. Ku buka ternyata Fatih.
Prasfatih:Hy,,,!!!
Liaimoetz:Hy juga,,,!!! Jangan salting!!!
Prasfatih:Napa hrs salting?
Liaimoetz:Liat di dpn mu ad cpa?
Prasfatih:Di dpn q ad cewek cntik, mnis, pntr, n gk kyk km....
Liaimoetz:Sialan loe!!!
Setelah itu chatku nggak dibalas. Dan aku chat Dear juga nggak dibalas. Aku langsung mampir ke bangku nomor 9 dan aku mengintip layar komputernya. Ternyata Dear chat sana Fatih. Pantesan dari tadi chatku nggak dibalas.
"Huffp...!!!" Kataku sambil mengambil nafas panjang.
Waktu seraya berjalan cepat. Sudah dua jam aku ngennet sama Dear. Akhirnya aku dan Dear sudah selesai ngenet langsung stop fasilitas internet. Saat aku dan Dear sedang membayar di counter, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya Dear dan membuat Dear kaget. Ternyata orang itu Fatih.
"Hai... Udah selesai ngenet ya?"
"Iya."
"Kamu kesini tadi sama Alia?"
"Iya. Kamu sendirian ya?"
"Ya, begitulah!" Ujar Fatih membayar di counter internet.
Aku yang semula berjalan di sebelah mereka berdua, aku langsung berjalan di depannya. Lalu aku berhenti di depan pagar warnet yang disusul Dear dan Fatih. Mereka terlihat seperti pasangan serasi . Aku iri melihat mereka berdua. Kenapa nasibku harus seperti ini. Tapi nggak apa-apa. Tadinya aku ke warnet duluan mau menyuruh Fatih datang ke warnet biar bisa berduaan sama Dear tapi dia sudah datang duluan, jadi ya kebetulan. Rencana step satuku sudah berhasil buat Dear dan Fatih dekat lagi seperti dulu.
***
"Bruukkk!!!" aku membaringkan tubuhku diatas spring bed. Boring bangat rasanya. Internetan sama Dear, eh... pulangnya nggak digubrisin sama sekali. Malahan dia enak-enakan ngobrol sama Fatih.
Tanganku mengarah pada sebuah headset yang terletak diatas lemari buku kecilku lalu
tanganku langsung menancapkan headset menuju Hp Nokia N96 metalicku. Setelah itu ku letakkan headset itu di kedua telingaku. Tanganku lalu mengotak-atik saluran pemancar yang ada di aplikasi handphoneku. Tanganku berhenti saat memilih saluran pemancar radio KIRANA FM.
Lagu demi lagu, aku nikmati untuk menghilangkan rasa bosan, jenuh, dan semua rasa yang ada. Saat tengah menikmati, aku mendengar ada satu penelpon yang ingin request lagu on radio KIRANA FM.
"Malam" sapa broadcaster radio KIRANA FM.
"Iya, malam." balas sapa penelpon itu.
"Dengan siapa disana?" tanya broadcaster itu dengan nada sumringah dan ramah.
"Aku Riri. Aku mau request lagunya Pasto yang judulnya Aku Pasti Kembali." Jawab penelpon itu dengan nada yang halus.
"Oh, lagunya pasto, iya ada. Salamnya buat siapa Riri?" Tanya broadcaster itu dengan nada yang sumringah dan ramah.
"Buat Fatih sayangku aja!"
Yang terdengar ditelingaku seolah tersimpan dalam otakku, meski tidak terlalu aku pikirkan.
Langganan:
Komentar (Atom)












