Endless Love
SINOPSIS
Seorang siswi kelas XI-3 SMA Angkasa yang bernama Carmanita akhir-akhir ini sering melamun. Ternyata, Carmen(panggilan dari Carmanita) sedang jatuh cinta kepada lelaki bertopi biru. Dinda, sahabat Carmen, kenal dengan lelaki yang sedang dicintai sahabatnya. Dia adalah Terry, kelas XI.7. Karena Terry, Carmen sulit untuk focus terhadap sesuatu. Terutama pada saat latihan karate, siswi berkerdung ini selalu terkena hukuman apabila tidak memperhatikan pak Toni. Amara, teman sekelas Carmen, mulai mengetahui bahwa Carmen menyukai Terry. Amara menyarankan agar Carmen tidak mencintai lelaki angkuh itu.
Lelaki yang dicintai Carmen itu benar-benar sombong, angkuh dan jutek. Apabila dia diajak bicara, selalu saja ia menampakkan wajah dan cara bicaranya yang sombong dan angkuh. Walaupun begitu, Carmen tetap mencintai Terry, sampai-sampai dia menuliskan puisi untuk Terry. Keesokan harinya, Carmen mencari-cari puisi itu. Seingatnya, ia menyelipnya di buku matematika. Kalau sampai puisi itu ada di tangan orang lain, bisa berbahaya.
Ternyata, Amara-lah yang telah mengambil puisi milik Carmen. Dinda menyarankan agar tidak memberikan puisi itu kepada Terry karena apabila Carmen mengetahui hal ini dia akan sangat marah. Namun, Amara tetap keras kepala. Ia mengirim puisi itu lewat pos. Akhirnya, apa yang dikatakan Dinda itu terjadi. Carmen sangat marah dan benci pada Amara. Amara menyesal, seandainya dia tidak melakukan hal ini, tidak akan terjadi hal ini. Carmen dipermalukan oleh Terry. Amara meminta maaf kepada Carmen tetapi Carmen akan memaafkan apabila Terry minta maaf kepadanya. Mana mungkin orang yang angkuh seperti dia mau minta maaf, piker Amara. Namun, bagaimanapun caranya Amara harus membuat Terry minta maaf dan hal itu berhasil.
Carmen mulai melupakan Terry dan pindah ekskul ke ekskul Rohis. Namun, sekarang giliran Terry yang mengejar Carmen.
KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN KEBERMANFAATAN
Novel bertema percintaan islami ini memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan novel percintaan remaja pada umumnya. Persamaannya yaitu, konflik demgan sahabat ataupun dengan kekasih, pengungkapan cinta kepada kekasih, dan pendekatan melalui berpacaran dengan kekasih. Adapun perbedaannya, yaitu pada novel islami berakhir dengan pernikahan, sedangkan pada novel remaja berakhir dengan pacaran.
Pada umumnya, bahasa yang digunakan oleh novel remaja ada dua yaitu bahasa yang baku dan bahasa yang tak baku. Bahasa tak baku pada novel remaja biasanya disebut bahasa ‘gaul’. Kata-kata yang digunakan dalam bahasa ‘gaul’ adalah ‘lo’, ‘gue’, dan sebagainya. Namun, pada novel ini menggunakan bahasa yang baku.
Leyla Imtichanah, lahir di Karanganyar, 1 November 1981. Gadis campuran Solo-Betawi ini mulai menulis sejak kelas enam SD. Cita-citanya dahulu ingin menjadi pengusaha butik. Karena selain ingin menjadi pengusaha, Leyla juga hobi merancang busana dan memakai busana dan memakai busana yang modis. Namun, nasib membawnya menjadi penulis sekaligus editor di Penerbit Lingkar Pena Publishing House.
Novel ini dibuat sejak pengarang masih SMA. Draft kasarnya selesai selama satu hari, tetapi pengarang memindahkannya ke komputer saat ia tidak remaja lagi. Sehingga pengarang mengalami kesulitan untuk menulis novelnya.
Di dalam novel ini, pengarang mencantumkan beberapa puisi dari seorang panyair. Dia adalah Lian Kagura, seorang penyair dan penulis berbakat yang tergabung di Forum Lingkar Bandung.