My planning
Aku Alia. Aku duduk di bangku SMP kelas 8. Aku pnya tiga orang sahabat yaitu Dear dan Amanda. Mereka adalah sahabat terbaikku. Mereka tidak pernah melihat aku dari kekuranganku.
Aku dan sahabatku semuanya jomblo kecuali Amanda. Amanda pacaran sama Arya. Mereka berdua memang bukan pasangan yang serasi. Amanda itu cantik,item manis, pintar dalam bidang olahraga dan mancung sedangkan Arya manis, dan mancung tapi dia suka ngerokok. Dar dulu aku nggak setuju kalau Amanda pacaran sama Arya.
Aku sendiripun belum pacaran. Boro-boro pacaran. Fallin in love aja di sekolah nggak pernah. Dari semua cowok-cowok di sekolahku nggak ada satupun yang buat aku fallin in love. Semua cowok di sekolahanku penampilannya sengak. Nggak ada yang sesuai tipeku. Dari dulu aku paling mendambakan cowok yang baik, kalem, loman, rajin solat, pengertian, nggak gampang posesif, dan nggak kasar sama cewek.
”Huffp!!!!!!!!!!!!! Mungkin sudah harus aku jalani rasanya di bangku SMP tanpa kenangan terindah”kataku dalam hati sambil menghembuskan nafas panjang.
***
Hari ini aku ada sholat Jumat di sekolah. Dan seluruh siswa cowok maupun cewek wajib ikut serta dan mengumpulkan kartu sholat Jumat.Tiba-tiba ada dua orang cowok yang memanggilku.
”Alia...........!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Panggilnya.
Lalu aku ke arah mereka. Saatku menoleh ternyata dua cowok itu Hilman dan Fatih.
”Ada apa?” Tanyaku.
”Aku boleh titip nggak sama kamu?”Tanya balik Hilman padaku.
”Titip apaan?” Aku kembali balik bertanya.
”Aku titip kartu salat jumat ke kamu ya?” Tanya Hilman lagi dengan penuh harapan.
”Alia, aku juga ya?” Fatih ikut memohon padaku.
”OK! Tapi dengan satu syarat! Gimana?”Kataku melihat ke arah mereka berdua.
”Apa syaratnya?” tanya mereka berdua penuh heran.
”Aku boleh minta nomor hpnya Fatih apa nggak?”
”Buat apa?”
”Buat aku kasihin ke Dear.”
Fatih langsung menuliskan nomor hpnya di atas telapak tanganku. Tapi aku teliti dulu. Apa bener ini nomor hpnya Fatih beneran. Ntar kalau bukan nomornya Fatih rencanaku buat nyomblangin Dear dan Fatih gagal.
”Apa ini bener nomor hpmu? Ntar kamu bohong.”
”Iya! Ini nomor hpku. Sumpah! Kalau kamu nggak percaya miscall aja.”
”Ya udah! Aku percaya.”
***
Sepulang sekolah aku pulang bareng sama Dear. Lalu aku ceritakan semuanya. Dan langsung Dear ambil Hp Nokia 7310 supernova yang berwarna hijau rumput miliknya dan mencatat nomor hp yang tertera di telapak tanganku. Dear terlihat senyum-senyum sendiri. Sepertinya Dear kesengsem karena sudah dapat nomor hpnya Fatih.
”Dear, kamu kenapa senyum-senyum sendiri? Hmmm..... aku tau! Pasti udah dapet nomornya Fatih, terus sampe rumah smzan sama dia. Ya kan?”
”Ih...! Kamu itu udah salah, keras lagi. Aku itu seneng akhirnya udah bisa tau nomornya Fatih. Tapi aku nggak akan smz dia. Aku mau dia dulu yang smz aku.”
”Kamu bilang kayak gitu jangan ke aku donk! Langsung bilang aja ke Fatih. Gitu aja kok repot. Oh ya! Gimana ceritanya kamu bisa ketemu Fatih?”
”Dulu pertama kali aku mos. Aku di ajak kenalan sama Darda di angkot, tapi aku nggak mau. Pas Fatih yang ngajak aku kenalan, aku langsung mau. Aku juga nggak tau kenapa pas Fatih yang ngajak aku kenalan aku langsung mau. Semakin lama aku mulai akrab sama Fatih dan setiap hari pulang selalu bareng. Tapi keakraban itu nggak bertahan lama. Yach paling nggak, aku sama Fatih sering pulang bareng cuma sampe kelas 7 semester 1.”
”Lho? Kenapa cuma sampe kelas 7 semester satu?”
”Dia sepertinya cemburu dan marah sama aku gara-gara Ridho nembak aku.”
“Kalau cuma kayak gitu kenapa dia harus marah?”
”Dia marah gara-gara, pas Ridho nembak aku, Ridho megang tanganku, dan kebutulan saat itu Fatih lewat. Mata Fatih langsung merah berkaca-kaca dan sempat ada airmatanya yang menetes.”
”Kenapa nggak kamu lepas tangannya Ridho dari tanganmu?”
”Gimana mau nge-lepasin? Tanganku di pegang erat dan aku udah berusaha ngelepasin tapi nggak bisa.”
”Terus kamu terima cintanya ’anak kriminal’ itu?”
”Anak Kriminal? Siapa itu?”
”Maksudku ’anak kriminal’ itu Ridho. You know?”
”Emang kenapa dia di panggil anak kriminal?”
”Dear, Dear! Kamu itu ketinggalan jaman banget sich! Tu kan udah julukannya si Ridho sejak dulu karena dia itu selalu buat masalah di sekolah. Mulai dari ngerokok, ngedrugs, dan minum miras.”
”Emang dia sampe segitunya?”
”Kalau dia nggak kayak gitu, Nggak mungkin dia dikeluarkan dari sekolah ini.”
”Jadi Ridho dikeluarkan dari sekolah?”
”Yup! Masa’ kamu nggak tau? Bener-bener ketinggalan jaman!”
”ooooo......, pantesan Ridho nggak pernah kelihatan di sekolah.”
”Sekarang aku tahu kenapa Fatih jadi kayak gitu!”
”Kenapa?”
”Jadi antara kamu dan Fatih hanya terjadi salahpaham.”
”yach gitu deh!”
Setelah itu aku dan Dear meninggalkan halaman sekolah dan menuju ke luar gerbang.
***
Malam itu dingin sekali. Angin malam yang dinginnya tak tertahankan menusuk dadaku. Pusingnya kepalaku akibat melihat tugas sekolah yang ada di depan mataku.
Otakku langsung berusaha memainkan logikanya untuk mengerjakan soal matematika. Berbagai rumus matematika ku otak-atik. Sampai kepalaku pusing tujuh keliling.
Malam semakin larut. Aku sudah selesai mengerjakan tugas matematika. Tapi malam itu aku belum juga mengantuk. Padahal sekarang sudah jam sembilan malam. Aku ingat kalau aku belum menata jadwal untuk besok. Saat menata jadwal, aku melihat kartu sholat jumatnya Fatih dan Hilman berwarna kuning. Aku teringat nomornya Fatih.
Langsung aku ambil hp Nokia N96 metalic dengan gantunga hp love milikku. Aku memencet menu, lalu ke olahpesan dan aku menulis sebuah pesa yang isinya Tih, ni aq Alia. Q mo nyampein pesen dari Dear. Dear bilang ma aq, klo dy pgnx km dluan yg smz dy. Langsung aku kirim pesan tersebut ke Fatih.
Sebetulnya Dear nggak berpesan seperti itu sama aku tapi itu My Planning buat kembalikan Dear dan Fatih seperti dulu. Dan aku berusaha untuk berhasil dan harus berhasil dalam mewujudkan planningku. Aku nggak peduli apa akibatnya asalkan aku bisa lihat Dear tersenyum setiap hari.
Nggak lama kemudian hpku bergetar. Ada 1 message received. Langsung aku buka pesan itu. Ternyata pesan dari Fatih. OK! Tp mslhx aq g punya no x Dear. Aku langsung membalas smznya Fatih. Dan aku kirim nomer hpnya Dear.
Semakin larut aku semakin mengantuk. Ku letakkan hpku di atas lemari buku. Aku langsung membaringkan tubuhku di spring bed pink di kamarku yang bersprei bergambar love(hati) yang berwarna pink, hijau,biru. Aku tarik selimut hangatku yang bergambar smile. Dan aku langsung memeluk boneka tedy bear kesayanganku sejak aku masih bayi.
***
Pagi yang cerah. Matahari mulai muncul. Embun pagi terasa segarnya pagi. Awan berwarna biru dengan langit-langit putih. Angin pagi berdesir di dalam tubuh dengan kesejukan.
Melangkahkan kaki ke sekolah pasti terasa ringan saat pagi itu cerah dan menggambarkan suasana hatiku. Meskipun nggak ada kasih untuk hatiku tapi aku tetap mencoba menjalani hati dengan penuh senyuman.
”Alia.....!!!Alia...!!!” Terdengar Dear memanggil namaku di depan rumahku yang pertanda itu jemputan untuk berangkat sekolah.
“Ya, sebentar, Dear!” Jawabku sambil memakai sepatu. Lalu salim dan berpamitan kepada Ayah dan Bundaku. Langsungku menjalan kakiku bersama Dear untuk keluar gang kompleks perumahan Griya Malang untuk menunggu angkutan. Sambil menunggu angkutan aku ingat smznya Fatih semalam.
“De, tadi malam Fatih smz kamu ya?”
”Ya. Pasti kamu yang kasihtau nomerku ke Fatih?”
”He...He...He.... Aku memang sengaja beritahu ke Fatih. Kan nggak papa! Kamu bisa baikan kayak dulu sama Fatih. Terus gimana smz Fatih?”
”Dia cuma tanya ’Gmn kbrx?’, Terus aku sama dia juga sempat smzan yang nggak penting-penting amat sampai-sampai smzan dari jam 9 sampe jam 11 malam.”
“Hmmmm............, apa itu tandanya kamu sudah baikan sama Fatih?.”
”Yach, sepertinya begitu.”
Aku langsung menghentikan pembicaraanku sama Dear seputar Fatih karena ada angkutan lewat. Kami berdua langsung menaiki angkutan tersebut.
Jalan-jalan ditelusuri angkutan tersebut untuk mencari penumpang. Mataku mengamati sekitarnya. Aku ingin membuat Dear sahabatku tersenyum seperti dulu. Dan My Planning harus berjalan lancar dan terwujudkan.
***
Be Mak Comblang
Bel istirahat berdering "Teeettt...teeet....!" Aku langsung ke kantin bareng Amanda. Aku das Amanda memilih membeli bakso Cak Mus yang terkenal lezat dan gurih. Tak disadari Hilman duduk di sebelahnya Amanda.
"Nda, di cari sama Ben. Ben itu suka sama kamu!" Kata Hilman.
Hilman pun pergi. Dan Amanda hanya mengangguk-angguk saja menanggapi hal itu. Lalu aku mencoba untuk menggoda Amanda.
"Ciyeee! Ben nich yeeee.....!"
"Maksud lho?"
"Lha itu barusan Hilman bilang?"
"Tu kan Ben nya aja yang suka sama aku. Tapi aku nggak suka dia."
"Ouw!!! Giman sama mantan kekasihmu Arya?"
"Dia tu sekarang udah baik. Dan nggak kayak dulu."
"Gak kayak dulu gimana?"
"Dulu diakan suka minum miras, merokok, dan nge drugs. Tapi sekarang dia berubah."
"Kalau Ben sama Arya, siapa yang lebih baik?"
"Ya jelas Arya lah! Arya tu gentlemen tapi kalau Ben itu kece, nggak punya nyali, dan terlalu baik sama orang."
"Justru lebih baik Ben lah! Oh ya, by the way Ben tu suka nge drugs, merokok, minum miras apa nggak?"
"Nggak."
"Nah, tu artinya lebih baik ben."
"Lho kok jadi tanya-tanya Ben? Lho suka ben ya?"
"Boro-boro suka, tau anaknya aja yang mana nggak tau."
Lama-kelamaan aku jadi penasaran sama yang namanya ben. Ganteng apa nggak ya?. Baik apa nggak ya?.
***
Sore itu warna biru langit mulai memudar. Panas terik matahari pun sudah tak sepanas di siang hari. Aku dan Dear pergi ke Warnet untuk online. Aku teringat pada sesuatu yang membuat aku bertanya sesuatu sama Dear.
“Dear, gimana kamu sama Fatih? Sudah pacaran?”
“Belum. Yang bener aja pacaran! Baikan aja barusan. Eh, Alia! Hari Minggu kamu bisa nggak anterin aku ke Sawah jalan kembar?”
“Ngapain?”
“He...he...he.... Fatih ngajak ketemuan disitu. Plis...! Bisakan anterin aku?”
“Kenapa harus ngajak aku? Kan ini acara kamu sama Fatih.”
"Aku nggak mau ditanya yang aneh-aneh sama orang tua aku. Mtar kalo mereka curiga gimana?"
"Kan kalian belum pacaran?"
"Ya memang. Tapi kalau ada orang yang liat aku sama Fatih berduaan kayak orang pacaran, terus bilang ke orang tua aku, gimana?"
"OK! Aku mau namenin kamu."
Nggak lama kemudian aku sudah sampai di warnet. Aku langsung menuju bangku nomor 8 dan Dear menuju bangku nomor 9. Aku duduk dsn langsung membuka situs pertemanan friendster. Tanpa disadari aku melihat fatih duduk di bangku nomor 12 tepat di depannya Dear. Aku langsung membuka Yahoo Messenggerku lalu ku kirim chat ke Dear.
Liaimoetz: Dear, liat di bangku numb 12. Tepat di dpnmu.........
Dearyayu : Y, aq tau. Fatihkan?
Liaimoetz: Yup :) Wah... ada yang salting alias salah tingkah. CIYEEEE....!!!!!!!
Nggak lama kemudian ada satu anak chat di Yahoo messenggerku. Ku buka ternyata Fatih.
Prasfatih:Hy,,,!!!
Liaimoetz:Hy juga,,,!!! Jangan salting!!!
Prasfatih:Napa hrs salting?
Liaimoetz:Liat di dpn mu ad cpa?
Prasfatih:Di dpn q ad cewek cntik, mnis, pntr, n gk kyk km....
Liaimoetz:Sialan loe!!!
Setelah itu chatku nggak dibalas. Dan aku chat Dear juga nggak dibalas. Aku langsung mampir ke bangku nomor 9 dan aku mengintip layar komputernya. Ternyata Dear chat sana Fatih. Pantesan dari tadi chatku nggak dibalas.
"Huffp...!!!" Kataku sambil mengambil nafas panjang.
Waktu seraya berjalan cepat. Sudah dua jam aku ngennet sama Dear. Akhirnya aku dan Dear sudah selesai ngenet langsung stop fasilitas internet. Saat aku dan Dear sedang membayar di counter, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya Dear dan membuat Dear kaget. Ternyata orang itu Fatih.
"Hai... Udah selesai ngenet ya?"
"Iya."
"Kamu kesini tadi sama Alia?"
"Iya. Kamu sendirian ya?"
"Ya, begitulah!" Ujar Fatih membayar di counter internet.
Aku yang semula berjalan di sebelah mereka berdua, aku langsung berjalan di depannya. Lalu aku berhenti di depan pagar warnet yang disusul Dear dan Fatih. Mereka terlihat seperti pasangan serasi . Aku iri melihat mereka berdua. Kenapa nasibku harus seperti ini. Tapi nggak apa-apa. Tadinya aku ke warnet duluan mau menyuruh Fatih datang ke warnet biar bisa berduaan sama Dear tapi dia sudah datang duluan, jadi ya kebetulan. Rencana step satuku sudah berhasil buat Dear dan Fatih dekat lagi seperti dulu.
***
"Bruukkk!!!" aku membaringkan tubuhku diatas spring bed. Boring bangat rasanya. Internetan sama Dear, eh... pulangnya nggak digubrisin sama sekali. Malahan dia enak-enakan ngobrol sama Fatih.
Tanganku mengarah pada sebuah headset yang terletak diatas lemari buku kecilku lalu
tanganku langsung menancapkan headset menuju Hp Nokia N96 metalicku. Setelah itu ku letakkan headset itu di kedua telingaku. Tanganku lalu mengotak-atik saluran pemancar yang ada di aplikasi handphoneku. Tanganku berhenti saat memilih saluran pemancar radio KIRANA FM.
Lagu demi lagu, aku nikmati untuk menghilangkan rasa bosan, jenuh, dan semua rasa yang ada. Saat tengah menikmati, aku mendengar ada satu penelpon yang ingin request lagu on radio KIRANA FM.
"Malam" sapa broadcaster radio KIRANA FM.
"Iya, malam." balas sapa penelpon itu.
"Dengan siapa disana?" tanya broadcaster itu dengan nada sumringah dan ramah.
"Aku Riri. Aku mau request lagunya Pasto yang judulnya Aku Pasti Kembali." Jawab penelpon itu dengan nada yang halus.
"Oh, lagunya pasto, iya ada. Salamnya buat siapa Riri?" Tanya broadcaster itu dengan nada yang sumringah dan ramah.
"Buat Fatih sayangku aja!"
Yang terdengar ditelingaku seolah tersimpan dalam otakku, meski tidak terlalu aku pikirkan.
Zee-M Webstudios
<$BlogMetaData$>
From: <$BlogOwnerLocation$>
About me: <$BlogOwnerAboutMe$>
More..
<$BlogDateHeaderDate$>
!doctype>
about
Name: <$BlogOwnerFullName$>From: <$BlogOwnerLocation$>
About me: <$BlogOwnerAboutMe$>
Archives
- <$BlogArchiveName$>
Previous entries
- <$BlogPreviousItemTitle$>
<$BlogItemTitle$>
<$BlogItemBody$>
posted by <$BlogItemAuthorNickname$> at <$BlogItemDateTime$><$BlogItemControl$> | Permalink |
<$BlogItemCommentCount$> comments
<$BlogItemCommentCount$> Comments:
At <$BlogCommentDateTime$>, <$BlogCommentAuthor$>
<$BlogCommentBody$>
<$BlogCommentDeleteIcon$>
<$BlogItemCreate$> ~ back home
jangan pernah tinggalkan sahabatmu dalam kesusahan!!!!!!!!!!